Kehilangan Ayah Dalam Sekejap! Bantu Yatim Korban Erupsi Semeru

Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2021 terjadi cukup dahsyat. 43 orang dikonfirmasi meninggal. Banyak anak kehilangan ayah, dan arah masa depan. Yuk, bantu berikan beasiswa untuk yatim korban erupsi Semeru

Simpan

Kehilangan Ayah Dalam Sekejap! Bantu Yatim Korban Erupsi Semeru

Target

0 0

0%
0 33 hari tersisa

Kehilangan Ayah Dalam Sekejap! Bantu Yatim Korban Erupsi Semeru

Update : 12 Dec, 2021


4 Desember 2021, hari di mana Gunung Semeru mengeluarkan lava pijar dan hujan abu vulkanik yang mengguyur 21 desa terdekat. Gelap, mencekam. Semua orang berusaha menyelematkan diri. Harta benda bahkan keluarganya hilang tertimbun abu vulkanik. Awan kesedihan menyelimuti Lumajang sejak hari itu.



Tak terkecuali Alfianah, seorang gadis berumur 10 tahun harus kehilangan Ayah tercintanya. Sang Ayah bekerja sebagai penjaga portal di jalan lalu lalang truck pengangkut pasir di Jalur Curah Koboan yang merupakan akses utama penambang pasir.



Tepat pukul 15.00 WIB, Semeru erupsi. Hujan abu dan lahar mengaliri jalur Curah Kobokan, di mana Pak Samsul Arifin Ayah dari Alfianah bekerja. Mendengar hal itu, Bu Marhamah segera menelepon sang suami untuk menyuruhnya segera pulang, karena letusan terdengar keras. Saat itu abu vulkanik sudah mengguyur beberapa desa di lereng Semeru.

Hingga hari ke-7 pencarian Pak Samsul Arifin masih dilakukan. Sang anak, Alfianah selalu menangis sejak kejadian, membaca surat yasin setiap ba'da maghrib. Bahkan, Alfianah dan sang ibunda pergi ke jalur Curah Kobokan untuk berdoa agar Pak Samsul Arifin segera ditemukan. Namun hingga hari ke-7 belum nampak tanda-tanda keberadaan Pak Samsul Arifin.



Seperti halnya Alfianah, tangis juga selalu menetes di wajah Dirga Alfiansyah. Sampai saat ini ia masih kerap menatap ke arah jendela, menantikan kepulangan sang ayah, Didik Aprianto yang sempat hilang pascaerupsi. Qadarullah, sang ayah takkan pernah kembali. Jasad Pak Didik akhirnya ditemukan hari Selasa (7-12) dalam keadaan tertimbun lahar erupsi Semeru.



Meskipun Pak Didik rahimahullah sudah resmi dinyatakan meninggal dunia, Dirga masih tetap mencari sang ayah, menyebut bahwa suatu hari nanti sang ayah akan kembali pulang ke pelukannya. Usianya yang baru 2 tahun memang terlalu kecil untuk paham bahwa sang ayah sudah pergi selamanya dari dunia ini.

Baik Alfianah maupun Dirga hanyalah segelintir anak yang mendadak menjadi yatim akibat erupsi Semeru. Entah bagaimana mereka menjalani hidup setelah ini dalam trauma kehilangan nahkoda keluarga yang sangat dicintai, tanpa ada pertanda sebelumnya.

Mereka punya cita-cita besar di masa depan, namun kini segalanya terasa suram. Ibunda mereka mendadak jadi tulang punggung keluarga satu-satunya, dengan kondisi finansial serba terbatas. Ditambah lagi, modal usaha milik keluarga mereka seperti ternak dan sawah musnah diterjang lahar.

Sahabat, mari kuarkan para yatim terdampak erupsi Semeru!




Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda: “Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi).

Insya Allah Aksi Cepat Tanggap Sidoarjo akan berikhtiar untuk memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak yatim Semeru ini, dengan harapan agar mereka tetap bisa sekolah setinggi-tingginya dan meraih mimpi. Ayo ikut serta, ringankan duka anak-anak yang ditinggal orang tua korban erupsi semeru dengan sedekah terbaik kita.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang